Total Tayangan Halaman
Minggu, 24 Juni 2012
Untuk yang Muda
Seorang bapak yang tinggal di panti jompo bercerita mengapa ia sampai di sini. Katanya ia dahulu seorang kaya raya dengan tiga anak. Ketika ditinggal mati istrinya, anak pertama mengusulkan kalau rumah dan pekarangannya dijual lalu bapak tinggal bersama anak-anak. Bapak tadi mengikuti usulan anak-anaknya. Setelah rumah tadi dijual, bapak ikut anak pertama. Ia kesepian karena setiap hari ia hanya dilayani pembantu. Ia hanya betah dua bulan. Ia pindah ke anak kedua. Di sana bapak ini tak boleh berbuat apa-apa karena takut merusak perabotan rumah yang mahal-mahal. Ia pindah ke anak ketiga. Di sana ia disarankan ke panti jompo saja supaya ada teman curhatnya.
Mendidik Kejujuran Anak
Kejujuran anak diawali di dalam keluarga. Ketika anak usia 7 tahun misalnya bertanya kepada mamanya, "Ma adik minta uang!" Jawab mama, "Dik, Mama tidak punya uang." "Masaklah, adik cuma butuh seribu rupiah saja, Mama tidak punya." ( Anak itu sudah tahu isi dompet mamanya) Kesimpulan anak itu berarti aku pun BOLEH BOHONG ...
Kejujuran anak diawali dalam keluarga (2). Ketika tetangga atau siapa saja menagih utang. Anak mendengar semua pembicaraan orangtuanya. "Sungguh kami sedang tak punya uang. Minggu depan saja ya" Jawab penagih utang, "Minggu kemarin juga mengatakan begitu. Bagaimana nih ????
Kejujuran anak diawali dalam keluarga (2). Ketika tetangga atau siapa saja menagih utang. Anak mendengar semua pembicaraan orangtuanya. "Sungguh kami sedang tak punya uang. Minggu depan saja ya" Jawab penagih utang, "Minggu kemarin juga mengatakan begitu. Bagaimana nih ????
Sabtu, 09 Juni 2012
Masihkah Ada Hati
Masihkah ada hidup... ketika tanah-tanah kita sudah tandus
Masihkah ada oksigen ketika hutan gundul dan tanaman tak lagi segar
Masihkah ada telinga ketika suara mesin di jalanan tak lagi merdu
Masihkah ada perut ketika semua makanan kita tercemar
Masihkah ada hidung ketika udara kita tak lagi bersih
Masihkah ada hati ketika suara Allah tak lagi didengar
Masihkah ada oksigen ketika hutan gundul dan tanaman tak lagi segar
Masihkah ada telinga ketika suara mesin di jalanan tak lagi merdu
Masihkah ada perut ketika semua makanan kita tercemar
Masihkah ada hidung ketika udara kita tak lagi bersih
Masihkah ada hati ketika suara Allah tak lagi didengar
Bersyukurlah
Bernyanyilah dan berceritalah burung-burung... karena kau senang
tinggal di tanah ini
berguraulah tanaman-tanaman di sekitarnya... karena kita pun senang berteduh di bawahnya
berdamailah teman-temanku ...karena kita diciptakan-Nya untuk bersama-sama saling membantu
Lestarikan alamku karena kita pun ada di dalamnya...
bersyukurlah kita semua karena Allah selalu menyertai kita semua.
berguraulah tanaman-tanaman di sekitarnya... karena kita pun senang berteduh di bawahnya
berdamailah teman-temanku ...karena kita diciptakan-Nya untuk bersama-sama saling membantu
Lestarikan alamku karena kita pun ada di dalamnya...
bersyukurlah kita semua karena Allah selalu menyertai kita semua.
Minggu, 29 April 2012
Ulat
katika ulat sebenarnya makhluk tak berdaya
karena sebenarnya badannya sangat lemah
kalau ia punya bulu dan ada bisanya
sebenarnya itu hanya untuk perlindungan
sehingga siapa saja tak akan mengganggu
dan suatu saat ia tak akan sombong
namun justru bertapa dan mati raga
berubahlah ia menjadi kepompong
setelah itu ia menjadi kupu-kupu
karena sebenarnya badannya sangat lemah
kalau ia punya bulu dan ada bisanya
sebenarnya itu hanya untuk perlindungan
sehingga siapa saja tak akan mengganggu
dan suatu saat ia tak akan sombong
namun justru bertapa dan mati raga
berubahlah ia menjadi kepompong
setelah itu ia menjadi kupu-kupu
Minggu, 01 April 2012
Taat Sampai Mati
Hidup saat ini semakin sulit. Tumpuhan hidup masyarakat semakin berat. Cari makan semakin susah. Kehidupan rakyat semakin megap. Rencana pemerintah menaikkan harga BBM per tanggal 1 April hari ini, tetapi harga kebutuhan pokok sudah naik dahulu. Para mahasiswa dari beberapa hari yang lalu setiap hari melakukan demonstrasi. Wakil-wakil rakyat banyak yang terlibat korupsi. Bahkan para menteri juga banyak yang diduga terlibat.
Situasi politik kita saat ini agak panas. Saat pemerintah menghadapi banyak masalah korupsi saja sudah banyak orang diduga terlibat bahkan orang-orang penting. Hapir setiap hari rakyat dapat menyaksikan melalui media massa berita yang mengkhawatirkan kelangsungan pemerintahan saat ini. Apakah orang-orang penting ini terlibat? Tentu warga masyarakat masih bertanya-tanya walaupun sampai-sampai ada petinggi yang mengatakan siap mati digantung di Monas. Sampai saat ini masalah korupsi belum selesai sudah beralih ke masalah naiknya harga BBM.
Membaca Injil dalam Minggu ini ada suatu hal yang mengeluhkan harga minyak narwastu yang mahal padahal minyak itu dapat dijual untuk diberikan kepada orang-orang miskin ketika ada orang mencurahkan minyak itu ke kepala Yesus. Namun Yesus berkata,”Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya. Lalu Yudas Iskariot menyerahkan Yesus kepada mereka.
Bagaimana dengan kita saat ini dalam menggereja maupun dalam hidup bernegara? Tentu hendaknya kita idak mudah terpancing ikut-ikutan demonstrasi atau ikut-ikutan korupsi. Kita harus cermat dalam mensikapi situasi krisis seperti saat ini. Kita harus semakin mendekatkan diri pada Tuhan. Atasi kendala dan rintangan yang menghambat untuk menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Yesus bukan hanya diludahi, dikata-katai kotor, bahkan disiksa Yesus tetap berjuang setia pada Allah Bapa. Sementara mengapa kita hanya tersinggung oleh kata-kata teman sudah langsung ngacir mutung tak pernah ke Gereja? Kesulitan-kesulitan yang kita hadapi setiap hari terus kita hadapi dengan penuh perjuangan.
Pada zaman Yesus situasi politik juga sedang memanas. Pemerintahan saat itu tidak pro dengan Yesus walaupun masyarakat mengelu-elukan saat datang ke Yerusalem. Banyak orang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang. Namun Yesus naik keledai dan tidak menyembunyikan muka ketika akan dinodai dan diludahi oleh pemerintahan saat itu. Yesus yakin Tuhan Allah akan menolong-Nya sebab Ia yakin tidak akan mendapatkan noda dan Ia yakin tidak akan mendapatkan malu. Dia taat sampai mati di kayu salib. Dan sekarang kita pun yakin bahwa Tuhan Allah akan menolong kita semua karena kita berimankan kepada-Nya dan taat sampai mati. (Pratomo) (Dimuat di Mekum 1 April 2012)
Senin, 12 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
