Ini bukan rumahku malinkan rumah kita
karena kita bangun dengan tetsan darah kita
tetesan keringat kita, dan tetsan air mata kita
Ini juga bukan rumahku
karena siapa pun boleh masuk rumah kita
silakan saja karena ada 5 pintu yang dapat dipakai
untuk masuk ke rumahku
tiga pintu dari depan
satu pintu dari belakang begandengan dengan rumah tetangga belakang
satu puntu dari samping juga bergandengan dengan tetangga samping
rumah kita tempat kita berbincang-bincang
tentang kehidupan
tentang masa depan
tentu tentang kita
Total Tayangan Halaman
Kamis, 03 Maret 2011
Selasa, 01 Maret 2011
Cincin Kawin Kita
Cicin Kawin Kita
Istriku
cincin kawin kita telah terjual
untuk membeli rumah dan pekarangan kita
tentu saja masih kurang ...
sehingga kita bayar dengan keringat kita ... darah kita dan kerja kita ...
dan sekarang bukan hanya melingkar di jari-jari kita
melainkan di seluruh tubuh kita
setiap kali kita bersama-sama .... di sanalah cincin kawin kita
dan aku tak pernah menyesalinya ... ternyata rumah kita lebih berharga
dan di sanalah kita tinggal dan bersuka ria bersama anak-anak kita
Purbalingga, 2 Maret 2011
Rumah Kita
Kita telah menempati rumah inidari kita tak punya apa-apa kecuali satu stel pakaian
kita usahakan bersama sampai-sampai cincin kawin kita kembalikan kepada penjualnya
Istriku
kita telah 28 tahun bersama hidup dan tinggal di dalamnya
semakin hari rasanya semakin senang saja
semakin hari rinduku semakin tebal
begitu kau tak di sampingmu aku rasanya sangat kesepian ...
rasanya semakin ketakutan ...
namun begitu kau datang ... kaulah cahaya hidupku
rumah kita menjadi terang...
menjadi bercahaya
menjadi nyaman
menjadi damai
tentu bersama anak-anak kita
Purbalingga, 2 Maret 2011
Selasa, 08 Februari 2011
Kerasulan Awam Pendidikan di Paroki Santo Agustinus Purbalingga
Pratomo menulis :
Karya Kerasulan Awam Pendidikan di Purbalingga
Karya kerasulan pendidikan di Purbalingga sudah dimulai sebelum adanya paroki. Sebelum Rm Neyens Msc menetap di Purbalingga tanggal 1 September 1936 melayani umat di Purbalingga, suster SND sudah memiliki karya pendidikan bagi sinyo dan noni Belanda yaitu sejak 1935.
Tahun 1979 Rm. Wahyobawono Pr. ditugaskan Purbalingga (sampai tahun 1984) memprakarsai berdirinya SMA Santo Agutinus. SMA Santo Agustinus berdiri tahun 1981 .
Paroki Purbalingga berdiri 1 Sept 1936. Pada hari itu, Rm. Neyens MSC mulai menetap di Purbalingga melayani umat di sini. Sebelumnya pelayanan ikut Purwokerto. Sejak tahun 1935 para suster SND sudah memiliki karya pendidikan bagi sinyo dan noni Belanda. Jumlah umat pada saat itu hanya sekitar 60 org (kebanyakan Belanda).
Sekilas tentang Paroki St. Agustinus Purbalingga
oleh : Fr. Bagyo dan Fr. Tri Kusuma
Sejarah
Paroki Purbalingga berdiri 1 Sept 1936. Pada hari itu, Rm. Neyens MSC mulai menetap di Purbalingga melayani umat di sini. Sebelumnya pelayanan ikut Purwokerto. Sejak tahun 1935 para suster SND sudah memiliki karya pendidikan bagi sinyo dan noni Belanda. Jumlah umat pada saat itu hanya sekitar 60 org (kebanyakan Belanda).
Pada awal berdirinya, Paroki Purbalingga meliputi seluruh kabupaten Purbalingga. Sampai th 1972 stasi Sokaraja dan Banyumas termasuk dlm wilayah paroki Pbg. Sampai tahun 1997 beberapa wilayah Banjarnegara masuk dlm paroki ini (Klampok, Mandiraja, Danaraja, Purwonegoro).
Pada awalnya, reksa pastoral di Purbalingga menjadi tanggung jawab MSC. Tahun 1942-1943 seorang imam diosesan pernah berkarya di sana (Rm. Lengkong Pr). Sesudah itu lama sekali tidak pernah imam diosesan berkarya di Purbalingga. Baru tahun 1979, Rm. Wahyobawono ditugaskan Purbalingga (sampai tahun 1984). Tahun 1986 Rm. Yitno Puspohandoyo dan Rm. Susanto Adhi berkarya di Purbalingga, sejak itulah reksa pastoral di Purbalingga dilaksanakan oleh para imam diosesan. Saat ini paroki Purbalingga dilayani dua orang imam : Rm. Kristoforus Wasito Pr dan Rm. Maurice Loru MSC.
Purbalingga pernah menjadi tempat novisiat MSC sebelum mereka mendirikan novisiat di Karanganyar – Kebumen.
Situasi sosio-geografis-ekonomis
Kabupaten Purbalingga terbagi dalam 18 kecamatan. Jumlah penduduk: 829.199; mayoritas beragama Islam; jumlah umat Katolik per April 2003 : 2365 orang.
Umat tersebar dalam 9 lingkungan, 8 stasi dan 1 sub stasi. Ada satu gereja induk dan 5 kapel stasi (Bobotsari, Bukateja, Kalialang, Kedungbenda, Pengadegan), serta 1 kapel biara milik susteran SND.
Karakteristik umat Purbalingga tidak jauh berbeda dengan kabupaten sekitarnya (Wilayah Barlingmascakeb): yaitu ca blaka; pemaaf; mudah diajak komunikasi; egaliter.
Budaya Banyumasan mewarnai kehidupan masyarakat sehari-hari. Bahasa Banyumas tidak mementingkan Krama Alus. Bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari adalah bahasa Banyumas. Bahasa Indonesia kadang juga dipakai tetapi tentu dengan aksen Banyumasan yang kental. Dalam situasi lebih resmi lebih biasa menggunakan bahasa Indonesia.
Sebagian masyarakat Purbalingga adalah petani. Di daerah utara (Karangreja/gua lawa) banyak petani sayuran dan buah (strawberi, dsb). Daerah lain umumnya sawah (irigasi) dan sebagian lain daerah tegalan. Orang setempat menyebutnya alas. Selain itu di Purbalingga banyak terdapat pabrik bulu mata. Industri ini banyak menyerap tenaga kerja (lebih dari 20 ribu pekerja). Pusat perdagangan terletak di tiga titik: Purbalingga (pusat), Bobotsari (utara), dan Bukateja (daerah timur).
Hubungan antar umat Katolik dengan umat lain di pedesaan sangat baik. Di Bukateja ada kesulitan dalam medirikan kapel (renovasi), kabarnya bukan orang setempat yang mempersulit hal ini.
Situasi Gerejawi
Pelayanan liturgi : di Paroki misa mingguan dilaksanakan 2x yaitu Sabtu sore (18.00) dan Minggu Pagi (07.00). Semuanya menggunakan bahasa Indonesia. Misa harian dilaksanakan pk. 05.30. Senin pagi di Kapel Susteran juga ada perayaan ekaristi. Pada hari Jumat pertama, ekaristi dilaksanakan pk. 18.00.
Di beberapa stasi, Misa dilaksanakan dalam bahasa Jawa menggunakan Kidung Adi.
Dewan Paroki berjalan baik, cukup mandiri. Kegiatan mudika sempat agak tertidur. Kaum mudanya terbagi dalam mudika yang sudah bekerja dan para pelajar. Kelompok kategorial cukup banyak: WKRI, Lansia, Warakawuri, PD karismatik, Legio Maria, ME, Paguyuban Prodiakon, dsb.
Paroki memiliki sekolah : SMA St. Agustinus. Siswanya sekarang sedikit.
Suster yang berkarya : SND; mereka mengelola TK dan SD Pius serta SMP Borromeus. Jumlah siswa TK dan SD masih banyak, siswa SMP semakin sedikit.
Panggilan khusus di Paroki ini (kondisi per 6 Okt 2007) :
- Seminaris : –
- Frater : 3
- Rahib OCSO : 1
- Suster : 2.
Hal teknis: mau ke Purbalingga???
Purbalingga ada di Jalur Wonosobo – Purwokerto atau Pekalongan – Purwokerto. Sesampai di Terminal Purbalingga naiklah angkot jurusan Bancar (jalur 2; 3; 4; 12).
Kamis, 20 Januari 2011
Hamba Tuhan
Bacaan: 16 Januari 2011 : Hari Minggu Biasa II
Yes. 49:3,5-6; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 1: 1-3; Yoh. 1:29-34
Menjadi hamba Tuhan akan mendapatkan keagungan. Berbahagilah orang yang menaruh kepercayaan kepada Tuhan dan tidak berpaling kepada orang yang angkuh atau kepada orang-orang yang telah menyinggung kepada kebohongan. Mzm
Yes. 49:3,5-6; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 1: 1-3; Yoh. 1:29-34
Menjadi hamba Tuhan akan mendapatkan keagungan. Berbahagilah orang yang menaruh kepercayaan kepada Tuhan dan tidak berpaling kepada orang yang angkuh atau kepada orang-orang yang telah menyinggung kepada kebohongan. Mzm
Pengumpulan Data Penduduk
Sebagai pengurus RT kami mengumpulkan data penduduk Rt 2 Rw 4 yaitu dengan mengumpulkan KK. Rencana tanggal 22 Januari dirapatkan di rumah Pak Didit pk 19.30
Senin, 10 Januari 2011
KeRTan
1. RT supaya melakukan pendataan KK dan penduduk laki perempuan.
2. Apabila RT akan menyelenggarakan donor darah dimohon mengkoordinasikan dengan kelurahan.
3. 1 Desember s.d. 31 Januari pendaftaran JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat) melalui Kader Kesehatan / Kader Posyandu strata III Rp 125.000,00 strata II Rp75.000,00. Dan kelurahan tidak diperkenankan menerbitkan Surat Keterangan Tidak Mampu.
4. Perubahan tarif retribusi pelayanan kependudukan
2. Apabila RT akan menyelenggarakan donor darah dimohon mengkoordinasikan dengan kelurahan.
3. 1 Desember s.d. 31 Januari pendaftaran JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat) melalui Kader Kesehatan / Kader Posyandu strata III Rp 125.000,00 strata II Rp75.000,00. Dan kelurahan tidak diperkenankan menerbitkan Surat Keterangan Tidak Mampu.
4. Perubahan tarif retribusi pelayanan kependudukan
Sabtu, 01 Januari 2011
Kita Itu Bintang
Bintang Terang
Pada zaman dahulu bintang sebagai petunjuk arah bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jauh. Mungkin saat ini pun bagi mereka yang mempelajarinya masih menjadikan bintang sebagai petunjuk. Namun sebagian besar orang malahan sudah tak mengenal bintang.
Nah petunjuk arah saat ini iman kita yang selalu diterangi Allah melalui Kitab Suci. Tentu terang itu tidak datang dengan sendirinya, perlu penampakan, perlu penjelasan. Murid Yesus untuk pertama kali ditampaki Tuhan Yesus tentu terkejut. Bagi orang yang imannya masih tipis dan mungkin masih ragu, terang itu sudah redup. Terang itu datang tetapi tidak merasa diterangi, karena itu perlu adanya penyadaran dalam diri bahwa terang itu datang. Yesus sudah datang dalam diri kita. Kita sadarkan diri kita. Kita menjadi terang itu sendiri. Kita itu seperti bintang.
Hari Raya Penampakan Tuhan Yesus
Yes 60:1-6
Ef 3:2-6
Mat 2:1-12
Yes 60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
Ef 3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,
Ef 3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,
Ef 3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
Mat 2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
Langganan:
Postingan (Atom)